Muskom GMNI FKIP UPR 2025: Bangkitkan Kepemimpinan Marhaenis di Era Post-Modern
Palangka Raya – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Komisariat FKIP Universitas Palangka Raya (UPR) sukses melaksanakan Musyawarah Komisariat (Muskom). Kegiatan tersebut berlangsung di Sekretariat Bersama Marhaenis, Jalan Aries, Kota Palangka Raya, dengan mengusung tema: “Membangkitkan Figur Kepemimpinan Berlandaskan Marhaenisme dalam Gejolak Era Post-Modern.” Sabtu,(07/06/2025).
Muskom ini menjadi momentum penting dalam roda organisasi, yang dihadiri oleh seluruh anggota dan kader GMNI FKIP UPR, Ketua dan Pengurus DPC GMNI Palangka Raya, Ketua DPD GMNI Kalimantan Tengah, Ketua Harian DPD Persatuan Alumni GMNI Kalteng, serta kader dan anggota GMNI Palangka Raya.
Dalam sambutannya, Komisaris DPK GMNI FKIP UPR, Gretsia Christoper, menyampaikan bahwa Muskom merupakan forum wajib dalam satu periode kepemimpinan komisariat. Forum ini menjadi wadah penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus serta ajang penentuan kebijakan organisasi dan pemilihan Komisaris dan Sekretaris baru.
“Harapan saya, pengurus baru dapat lebih inovatif dalam proses kaderisasi, pengembangan diri, serta penguatan nilai-nilai ideologi Marhaenisme,” ujar Gretsia.
Ketua DPC GMNI Palangka Raya, Pebriyanto, S.H., turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya Muskom ini. Ia berharap Musyawarah dapat menjadi tonggak strategis dalam menentukan arah perjuangan organisasi.
“Semoga proses Musyawarah ini dapat menentukan garis perjuangan organisasi dalam menguasai organ-organ kampus dan memperluas pengaruh ideologi Marhaenisme,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPD GMNI Kalteng, Innocent Passage, S.H., menekankan pentingnya penguatan ideologi dan inovasi dalam pengembangan kader GMNI ke depan.
“Kader GMNI harus kuat dalam menentukan arah kebijakan organisasi, memperkuat pondasi ideologi, dan mampu berinovasi dalam pengembangan diri,” tegas Innocent.
Ketua Harian DPD Persatuan Alumni GMNI Kalteng, Yuandrey Serang, juga memberikan pesan penting kepada kader dan anggota GMNI.
“Komisariat adalah jantung dari organisasi GMNI. Proses kaderisasi harus diperkuat di tingkat ini, karena di sanalah lahirnya pemimpin masa depan yang berideologi kokoh dan aktif dalam dinamika kampus,” ujarnya.
Kegiatan Muskom ini tidak hanya menjadi forum regenerasi, tetapi juga refleksi ideologis untuk memastikan arah perjuangan GMNI tetap relevan dalam menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks.

Tinggalkan Balasan