HUT Ke-80 Kemerdekaan RI, Marhaeneyes Project: Kemerdekaan Semu Ini Harus Diperjuangkan
Oleh: Gratsia Christopher (Gret, Marhaeneyes Project)
Sejak 17 Agustus 1945, Bangsa Indonesia setiap tahun memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum bersejarah lepasnya negeri ini dari penjajahan. Namun, setelah 8 dekade merdeka, pertanyaan besar muncul: Benarkah seluruh rakyat telah menikmati arti kemerdekaan yang sesungguhnya?
Perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Istana Negara berlangsung meriah, namun bagi sebagian masyarakat, kemerdekaan masih terasa sebatas simbol dan seremoni. Di pelosok-pelosok negeri, banyak warga yang masih berjuang sekadar untuk memenuhi kebutuhan dasar dan menatap hari esok dengan kepastian hidup yang layak. Kesenjangan sosial dan kebijakan yang dinilai kurang berpihak pada rakyat kecil menjadi sorotan. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah kebijakan pemerintahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menuai kritik publik.
Salah satunya adalah rencana kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11% menjadi 12% yang akhirnya dibatalkan setelah mendapat protes keras karena dinilai menekan daya beli masyarakat dan memperburuk inflasi. Kebijakan larangan pengecer menjual LPG 3 kg bersubsidi juga sempat menimbulkan kelangkaan dan keresahan warga, hingga harus dianulir. Selain itu, wacana pembatasan luas rumah subsidi yang dianggap merugikan masyarakat berpenghasilan rendah turut ditunda setelah menimbulkan gelombang kritik. Serangkaian kebijakan yang muncul dan dibatalkan berulang kali ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai arah dan konsistensi kebijakan pemerintah.
Isu perubahan sistem pilkada yang dinilai berpotensi mengurangi ruang demokrasi juga menambah daftar keresahan publik terhadap masa depan kehidupan bernegara.
Melihat kondisi tersebut, kami, Marhaeneyes Project menilai bahwa kemerdekaan sejati bukanlah sekadar momen untuk dirayakan, melainkan perjuangan yang harus terus dilakukan. Kemerdekaan bukan hanya simbol upacara dan bendera, tapi keberanian untuk memastikan rakyat benar-benar merdeka dari kesulitan hidup dan ketidakadilan.

Tinggalkan Balasan