GMNI di lautan perjuangan : GMNI Butuh Nahkoda yang tuntas dan mumpuni untuk menerjang ombak perkembangan zaman
Bandung, 29 Juli 2025. Kongres GMNI XXII Tahun 2025 harus benar-benar menghasilkan gagasan yang besar, gagasan yang visioner dan regenerasi yang ideal bagi organisasi GMNI sebagai organisasi yang akan melahirkan pemikir-pemikir besar layaknya Bung Karno.
GMNI Lima tahun terakhir dalam kondisi yang kritis pasca terjadinya perpecahan dan sejak Kongres Ambon 2019, DPP GMNI di bawah kepemimpinan Bung Imanuel Cahyadi survive dalam mempertahankan organisasi yang sesuai dengan amanat AD/ART dan sesuai dengan track organisasi. Arus perkembangan zaman terus menggerus eksistensi organisasi kepemudaan hari ini, maka dari itu GMNI perlu seorang pemimpin yang mengerti akan permasalahan hari ini dan yang mampu memecahkan masalah organisasi hari ini.
Ada hal fundamental dalam organisasi yaitu AD/ART yang menjadi landasan dasar suatu organisasi yang harus dan wajib ditaati oleh setiap anggota dan kader yang tergabung di dalamnya, tak terkecuali GMNI.
Dalam konteks Kongres GMNI XXII yang dilaksanakan di Bandung, ada temuan besar dalam isu yang beredar terkait dengan pencalonan Demisioner Sekretaris Jendral DPP GMNI 2019-2022 berinisial SS dan mendapatkan dukungan dari sebagian DPD/DPC yang hadir di forum Kongres GMNI XXII, dalam pasal 3 AD GMNI mengenai Doktrin Perjuangan, pada ayat (1) poin d adalah Pancalogi GMNI. Salah satu nilai Pancalogi adalah Studi yang menitikberatkan perjuangan perjuangan GMNI pada aspek studi. Kemudian dalam ART BAB I Keanggotaan Pasal 6 Kehilangan Keanggotaan Ayat 1 yang berbunyi “Bukan Mahasiswa lagi kecuali memenuhi ketentuan pasal (3)” yang mana dalam Pasal 3 ayat 1 dan 2 berbunyi “Setiap anggota yang berpindah tempat di luar wilayah Dewan Pimpinan Cabang bersangkutan, wajib membawa surat pengantar dan melaporkannya kepada Dewan Pimpinan Cabang setempat. 3 (tiga) tahun setelah MENYELESAIKAN masa studinya, anggota masih diakui sebagai anggota biasa dengan batas usia 30 tahun kecuali melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi dengan batas usia maksimum 35 tahun.”
Setelah ditelaah mengenai latar belakang pendidikan, SS merupakan mahasiswa Drop Out(DO) di IAIN Ambon pada Semester Ganjil 2018/2019 maka telah gugurlah status SS sebagai Mahasiswa karena dikeluarkan bukan sebagai Alumni yang telah menyelesaikan masa Studi(Sumber data PDDikti : https://pddikti.kemdiktisaintek.go.id/search/Sujahri%20Somar ) maka dari itu jelas gugur juga status SS sebagai Anggota GMNI Sesuai dengan pasal diatas sejak Semester Ganjil 2018/2019. Maka dari itu apabila SS ingin kembali menjadi Anggota GMNI maka harus kembali mengulang administrasi proses Kaderisasi dari awal dimulai dari PPAB (Pekan Penerimaan Anggota Baru)
Setelah di telusuri SS Kembali mendaftarkan diri sebagai mahasiswa baru di Universitas Bung Karno pada tahun 2024 dan ketika mendaftar, SS telah berusia 30 Tahun pada tahun 2024, artinya SS sudah tidak memenuhi ART BAB I Pasal 2 Syarat-syarat Keanggotaan pada ayat 3 yang berbunyi “Umur maksimum calon anggota 25 tahun sejak tanggal mendaftarkan diri.” Maka jelas sudah dari semua pasal di AD/ART GMNI SS Sudah tidak memenuhi untuk kembali mendaftarkan diri menjadi anggota GMNI.
Dari Fakta-fakta diatas saya mengajak bung dan sarinah saudara se-Ideologis se-Indonesia Pimpinan DPD dan DPC untuk dapat menilai secara objektif mendukung calon ketua umum DPP GMNI di Kongres XXII Bandung tahun 2025 haruslah benar-benar tuntas, baik secara ideologi, organisasi, Kaderisasi, dan tentu saja studi.
Bung dan sarinah saudara se-ideologi se-Indonesia!
GMNI adalah organisasi yang besar, bila kita umpamakan GMNI adalah perahu yang besar dan megah, maka GMNI perlu seorang nahkoda yang kompeten untuk membawa kapal megah ini berlayar menerjang ombak di lautan perjuangan bukan seorang nahkoda yang cacat secara pendidikan dan melanggar ketentuan AD/ART GMNI.
Bung dan sarinah!
Kita adalah insan akademis orang-orang yang dewasa dalam bersikap dan bijak dalam mengambil keputusan, mesti mampu menilai kondisi hari ini secara objektif dan berkompromi dengan realita, mari bung dan sarinah kembali pada track organisasi yang benar yang sesuai dengan AD/ART GMNI Yang menjadi dasar adanya organisasi yang bernama GMNI ini.
Kita hanyalah setitik api di tengah lautan perjuangan!, Tapi ingat bung dan sarinah! Kita adalah Api!!!
Merdeka!!!

Tinggalkan Balasan