Muara Teweh, Menjelang pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Barito Utara 2024, nama Erlin Hardi,S.T.,M.T mulai diperbincangkan sebagai salah satu figur yang berpotensi tampil dalam kontestasi politik daerah. Mantan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Provinsi Kalimantan Tengah ini menyatakan kesiapannya apabila diminta untuk turut serta, termasuk sebagai calon wakil kepala daerah.

Saat dikonfirmasi, Erlin menyampaikan bahwa dirinya membuka ruang untuk berkontribusi, apabila dinilai mampu memperkuat arah pembangunan di Barito Utara. Terutama dengan latar belakang Pendidikan beliau dari Teknik Sipil sekaligus ketua Forum Komunikasi Alumni Fakultas Teknik UPR. Namun beliau menyampaikan untuk diutamakan putra putri terbaik dari Barito Utara terlebih dahulu.

“Kalau memang diminta dan dipercaya, tentu saya siap untuk berkontribusi. Tapi tentu semua harus dilihat dari situasi dan kebutuhan masyarakat Barito Utara ke depan,serta berikan kesempatan pada putra putri terbaik Barito Utara terlebih dahulu” ujarnya kepada KasumbaNews, Minggu (25/5/2025).

Erlin Hardi bukan sosok baru di dunia pemerintahan. Selain pernah memimpin Perkimtan Kalteng, ia juga menjabat sebagai Penjabat (Pj.) Bupati Kapuas pada 2023–2024. Selama masa kepemimpinannya di Kapuas, Erlin dikenal berhasil menertibkan birokrasi, mempercepat belanja daerah, serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam pembangunan Infrastruktur dan pelayanan publik.

“Saya ini pada dasarnya siap jika diminta untuk ikut serta. Tapi yang utama adalah bagaimana kita bisa mendorong perubahan dan memperbaiki kondisi yang ada saat ini,” tambahnya.

Isu keterlibatan Erlin mencuat pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mendiskualifikasi dua pasangan calon sebelumnya karena terbukti melakukan praktik politik uang. Hal ini membuka peluang lahirnya pasangan calon baru yang diharapkan bersih, kompeten, dan berpengalaman.

Masuknya nama seperti Erlin, bisa membawa dinamika baru dalam kontestasi politik di Barito Utara. Pengalaman birokratis dan rekam jejaknya di pemerintahan dianggap sebagai nilai tambah dalam proses pemulihan kepercayaan publik pasca diskualifikasi pasangan calon oleh MK.

Sampai saat ini, belum ada pengumuman resmi dari partai politik terkait siapa saja yang akan diusung dalam PSU Pilkada Barito Utara.