Lamandau – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lamandau mencatat Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu ketiga September 2025 mengalami penurunan sebesar 0,65 persen dibandingkan Agustus 2025. Penurunan ini menunjukkan adanya tren turunnya harga kebutuhan pangan di wilayah Lamandau.

Komoditas yang memberi andil terbesar terhadap penurunan harga adalah bawang merah dengan kontribusi -0,5055, diikuti bawang putih (-0,2112) dan gula pasir (-0,0628). Kepala BPS Lamandau menyebutkan, pergerakan harga ini menjadi salah satu indikator penting bagi kondisi perekonomian daerah.

“Secara umum perkembangan harga di Lamandau dalam beberapa bulan terakhir relatif terkendali. Pada Juli 2025 IPH tercatat 0,20 persen, Agustus 0,21 persen, dan kemudian berbalik turun pada September 2025,” ujarnya.

Selain indikator harga, kinerja pembangunan di Lamandau juga tercermin dari sejumlah capaian ekonomi dan sosial. Pertumbuhan ekonomi Lamandau pada triwulan II-2025 tercatat sebesar 3,44 persen dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ADHB mencapai Rp2,189 triliun. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2024 berada pada kategori tinggi, yakni 73,95, dan tingkat pengangguran terbuka Agustus 2024 tercatat hanya 3,17 persen.

Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, menyambut positif capaian tersebut. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga pangan.

“Kami bersama seluruh jajaran pemerintah daerah akan terus berupaya memastikan pasokan pangan tetap terjaga agar harga stabil dan tidak membebani masyarakat,” katanya, Selasa (23/9/2025).

Dengan kinerja ini, Pemerintah Kabupaten Lamandau optimistis mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.