Fernando Fairsky Soroti Isu Kampanye Terselubung di PKKMB UPR, Tegas Kritik Stagnasi Pemira
Palangka Raya — Penjabat Sementara (Pjs.) Presiden Mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR), Fernando Fairsky, menyoroti isu yang berkembang terkait adanya dugaan kampanye terselubung dalam kegiatan Penyambutan Mahasiswa Baru (PKKMB) UPR. Ia menyebut hal tersebut sebagai tanda kemerosotan integritas demokrasi di lingkungan kampus.
“Desas-desus kampanye terselubung di masa PKKMB UPR menjadi tanda kemerosotan integritas dalam demokrasi kampus. Hal tersebut perlu menjadi perhatian mahasiswa dan Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) UPR,” ujar Fernando. Jum’at, (22/08/2025)
Fernando juga menilai bahwa proses persiapan menuju pelaksanaan Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) UPR berjalan terlalu lambat dan stagnan. Ia mengkritik keras perangkat penyelenggara Pemira yang dinilai pasif dalam menjalankan kewenangan.
“DKPP tidak kunjung tegas menindak KPRM yang pasif bergerak melaksanakan Pemilihan Raya Mahasiswa,” tegasnya.
Lebih lanjut, Fernando menekankan bahwa tanggung jawab pelaksanaan Pemira memang telah diamanatkan kepada Penanggung Jawab Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPR. Namun, menurutnya, KBM UPR juga perlu berperan aktif dalam mendesak agar proses Pemira segera dilaksanakan.
“Memang betul, Penanggung Jawab BEM UPR memang telah dimandatkan untuk mengawal pelaksanaan Pemilihan Raya Mahasiswa. Akan tetapi KBM UPR juga seharusnya turut andil mendesak agar pelaksanaan Pemilihan Raya Mahasiswa ini dapat segera terlaksana. Kita harus kawal bersama agar kontestasi ini berlangsung bersih tanpa campur tangan kepentingan yang dapat mencemari marwah KBM UPR,” tambahnya.
Fernando mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk mengawal bersama agar Pemira UPR terlaksana sesuai prinsip demokrasi yang bersih, transparan, dan bermartabat.

Tinggalkan Balasan