Palangka Raya – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kalimantan Tengah menyatakan dukungan menjelang pelaksanaan Kongres Nasional XXII GMNI yang akan digelar di Kota Bandung pada 28–30 Juni 2025. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua DPD GMNI Kalteng, Innocent Passage, sesaat setelah pembukaan Konferensi Daerah (Konferda) I DPD GMNI Kalimantan Tengah yang berlangsung pada Sabtu, (21/06/2025) di Aula Dispora Provinsi Kalimantan Tengah.

Dalam pernyataannya, DPD GMNI Kalimantan Tengah menegaskan dukungan penuh terhadap proses demokrasi organisasi dan menyerukan pelaksanaan kongres yang sehat, terbebas dari intervensi serta tekanan eksternal.

“Kami menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dalam organisasi. DPD GMNI Kalimantan Tengah mendukung penuh penyelenggaraan Kongres Nasional GMNI XXII secara independen dan menolak segala bentuk provokasi, intervensi, maupun tekanan dari buzzer media sosial serta pihak-pihak politik yang berpotensi mencederai marwah GMNI sebagai organisasi kader yang merdeka dan nasionalis,” tegas Passa.

DPD GMNI Kalteng juga secara terbuka mengecam segala bentuk intervensi politik eksternal. Mereka menyatakan penolakan terhadap upaya pihak luar—terutama dari kalangan politisi—yang mencoba membawa nama GMNI untuk kepentingan partisan.

“Kongres GMNI harus berjalan atas dasar aspirasi internal kader, bukan karena tekanan dari partai politik atau kelompok tertentu,” lanjutnya.

Sejalan dengan itu, GMNI Kalteng juga menegaskan kembali pentingnya menjaga kemandirian ideologis organisasi. Berlandaskan Marhaenisme dan nasionalisme progresif, DPD GMNI Kalteng berkomitmen menjaga arah perjuangan dan proses kaderisasi demi kepentingan rakyat kecil (marhaen).

Sebagai langkah konkret menyambut kongres, DPD GMNI Kalteng mendorong seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di wilayah Kalimantan Tengah untuk mengadakan forum diskusi dan konsolidasi internal. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat persepsi bersama, meningkatkan kualitas kader, serta memastikan partisipasi yang konstruktif dalam kongres mendatang.

Selain itu, DPD GMNI Kalteng juga menaruh harapan besar agar Kongres XXII menjadi momentum persatuan organisasi. Mengingat pengalaman masa lalu terkait dualisme kepemimpinan, mereka berharap kepengurusan yang dihasilkan nantinya benar-benar sah, representatif, dan mampu bersinergi secara nasional.

Menutup pernyataannya, DPD GMNI Kalimantan Tengah menekankan bahwa pasca-kongres, GMNI harus kembali mengokohkan perannya sebagai garda terdepan advokasi rakyat marhaen, khususnya dalam isu-isu krusial seperti agraria, lingkungan hidup, dan hak-hak rakyat tertindas.