Dari Kerja Bakti ke Komposter: Mengapa Jimbaran Wetan Butuh Sosialisasi Pengelolaan Sampah Organik
Oleh : Riska Intan Pramitaningtyas
Sebagai bagian dari mahasiswa KKN Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Kami melihat langsung bagaimana sampah organik menjadi persoalan yang belum tertangani dengan baik di Desa Jimbaran Wetan. Kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah, terutama yang berasal dari limbah dapur dan dedaunan, masih rendah. Padahal, potensi sampah organik untuk dijadikan pupuk sangat besar.
Kami memulai kegiatan dengan kerja bakti di sekitar area makam, membersihkan daun kering dan rumput liar yang selama ini hanya dikumpulkan lalu dibakar. Dari situ, kami melihat peluang besar, sampah organik ini seharusnya bisa dimanfaatkan, bukan dibuang. Inilah yang menjadi alasan kuat mengapa sosialisasi komposter perlu dilakukan.
Kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi komposter di Balai Desa Jimbaran Wetan. Dalam sosialisasi ini, kami tidak hanya menjelaskan teori, tapi juga langsung mempraktikkan cara membuat kompos dari hasil kerja bakti sebelumnya. Warga terlihat antusias, apalagi ketika mengetahui bahwa pupuk kompos bisa digunakan untuk tanaman mereka, bahkan berpotensi untuk dijual.
Menurut kami, kegiatan ini sangat penting karena bukan hanya mendidik, tapi juga menggerakkan. Desa Jimbaran Wetan punya potensi besar untuk menjadi desa mandiri dalam pengelolaan sampah organik, asalkan masyarakat diberi pengetahuan dan contoh nyata.
Kami berharap, langkah kecil ini menjadi awal perubahan besar: dari lingkungan bersih, masyarakat sehat, hingga terciptanya ekonomi sirkular berbasis sampah organik.

Tinggalkan Balasan