Wagub Edy Pratowo Dorong Penguatan Strategi dan Kolaborasi Daerah Dalam Penanggulangan Kimiskinan 2025
Palangka Raya – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, H. Edy Pratowo, secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Kemiskinan Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025 yang digelar di Aula Bapperida Provinsi Kalteng pada Kamis (21/11/2025).
Rakor ini menghadirkan sejumlah narasumber dari tingkat nasional dan akademisi, antara lain Asisten Deputi Penanggulangan Kemiskinan Setwapres RI, Adyawarman, Kepala BPS Provinsi Kalteng Agnes Widiastuti, serta Tenaga Ahli Penyusunan RPKD Provinsi Kalteng Tahun 2025–2029 dari UGM Yogyakarta, Agung Satriyo Nugroho dan Aries Dwi Wahyu Rahmadana.
Dalam sambutannya, Wagub Edy Pratowo menegaskan bahwa Sustainable Development Goals (SDGs) atau pembangunan berkelanjutan merupakan komitmen nasional sekaligus global yang bertujuan menyejahterakan masyarakat secara berkesinambungan. Ia menjelaskan bahwa SDGs mencakup 17 tujuan dan sasaran global hingga tahun 2030, yang telah disepakati oleh negara maju maupun berkembang pada Sidang Umum PBB tahun 2015.
Wagub menyampaikan:
“Adapun tujuan pertama dari pembangunan berkelanjutan tersebut adalah mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuknya dimanapun.”
Edy Pratowo menambahkan bahwa kemiskinan bukan sekadar persoalan kekurangan finansial, tetapi juga keterbatasan akses pendidikan, layanan kesehatan, serta rendahnya kualitas hidup secara umum.
Dalam paparannya, Wagub juga menyampaikan perkembangan terbaru terkait kondisi kemiskinan di Kalimantan Tengah. Berdasarkan data BPS, tingkat kemiskinan periode Maret 2025 berada pada angka 5,19 persen atau sekitar 147.800 jiwa. Angka tersebut menurun dibandingkan September 2024 yang tercatat 5,26 persen atau 149.240 jiwa. Sementara garis kemiskinan meningkat sebesar 4,83 persen menjadi Rp 654.066 per kapita per bulan.
Terkait hal itu, Wagub menyampaikan:
“Walaupun garis kemiskinan kita memang berada di atas nasional, tetapi tingkat kemiskinan kita masih di bawah nasional.”
Ia juga memaparkan sejumlah faktor yang memengaruhi tingkat kemiskinan, seperti perlambatan pertumbuhan ekonomi triwulan I 2025 dan tekanan inflasi komoditas makanan dan nonmakanan. Selain itu, data menunjukkan bahwa kemiskinan di perkotaan lebih tinggi dibandingkan pedesaan, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di perkotaan sudah menurun tetapi meningkat di wilayah pedesaan.
Wagub menjelaskan bahwa kondisi tersebut mengharuskan pemerintah memperkuat penciptaan lapangan kerja di pedesaan untuk mengurangi potensi migrasi, terutama migrasi masyarakat miskin dari desa ke kota. Ia mengatakan:
“Kondisi ini mengindikasikan bahwa kita perlu lebih optimal lagi dalam meningkatkan lapangan kerja di pedesaan untuk lebih menyerap tenaga kerjanya, agar dapat mengurangi potensi terjadinya migrasi, termasuk migrasi masyarakat miskin dari pedesaan ke perkotaan.”
Untuk memperkuat upaya penanggulangan kemiskinan, Wagub mengingatkan pentingnya pembaruan data makro dan sektoral terkait kemiskinan, sekaligus menyesuaikan kebijakan berdasarkan perkembangan terbaru. Ia juga menekankan pentingnya penyusunan Rancangan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Provinsi Tahun 2025–2029.
Ia menambahkan:
“Untuk itu, kami harapkan masukan agar dokumen itu nantinya dapat menjadi panduan kita dalam proses perencanaan lainnya.”
Selain itu, Wagub menyoroti perlunya sinkronisasi dengan kebijakan pusat, seperti Program Sekolah Rakyat, Program Makan Bergizi Gratis, dan Program Koperasi Merah Putih. Ia juga meminta pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota untuk segera mengajukan permohonan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) kepada Bappenas, dengan dukungan Diskominfosantik sebagai Walidata Daerah dan Bapperida sebagai koordinator satu data daerah.
Dalam rangkaian kegiatan Rakor, dilaksanakan penyerahan apresiasi kepada tiga kabupaten yang berhasil menurunkan tingkat kemiskinan, yaitu Kabupaten Barito Timur, Kabupaten Murung Raya, dan Kabupaten Seruyan. Penghargaan diberikan oleh Wagub Kalteng bersama Asisten Deputi Penanggulangan Kemiskinan Setwapres RI, Adyawarman, didampingi Plt. Sekda Kalteng.

Tinggalkan Balasan