PANTAI LUNCI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali menggelar aksi sosial menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Gubernur Agustiar Sabran meninjau langsung kegiatan Pasar Murah dan Cek Kesehatan Gratis di Kantor Kecamatan Pantai Lunci, Kabupaten Sukamara, baru-baru ini.
Kegiatan ini bertujuan untuk menekan lonjakan harga kebutuhan pokok yang sering terjadi menjelang hari besar. Selain itu, program ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Dalam pasar murah kali ini, pemerintah menyediakan 2.000 paket sembako. Setiap paket berisi 5 kg beras, 2 liter minyak goreng, dan 1 kg gula. Awalnya, warga hanya perlu menebus paket tersebut seharga Rp 15.000 setelah subsidi besar dari provinsi.
Namun demikian, melihat antusiasme warga yang luar biasa, Gubernur Agustiar Sabran memutuskan untuk menggratiskan seluruh paket sembako tersebut. Beliau ingin memastikan bantuan ini tepat sasaran bagi warga yang membutuhkan.
“Yang menerima ini adalah orang yang berhak menerimanya. Harapan saya, ini adil untuk semua,” tegas Gubernur Agustiar Sabran sebagaimana dikutip oleh media KasumbaNews.
Sementara itu, Bupati Sukamara Masduki menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian Pemerintah Provinsi. Menurutnya, kehadiran pasar murah dan layanan kesehatan gratis sangat membantu kesejahteraan masyarakat Sukamara.
Lebih lanjut, acara ini juga dirangkai dengan penyerahan simbolis Bantuan Pangan Pemerintah (BPP) periode Oktober-November 2025. Total sebanyak 1.809 paket bantuan, yang berisi 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng, disalurkan ke lima kecamatan di Sukamara.
Di sisi lain, sektor perikanan juga mendapat perhatian dalam kunjungan ini. Gubernur menyerahkan bantuan alat tangkap jaring Gillnet Millenium sebanyak 28 unit kepada kelompok nelayan di Desa Sungai Pasir.
Kegiatan di Pantai Lunci ini dilakukan Gubernur usai meninjau progres Shrimp Estate Berkah. Beliau menargetkan penyaluran bantuan sembako di seluruh wilayah Kalteng selesai maksimal pada 20 Desember 2025 mendatang.