Palangka Raya – Mahasiswa Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Palangka Raya (UPR) menggelar lokakarya (workshop) melukis di Panti Rehabilitasi Kejiwaan J.A.M Palangka Raya, Jalan Tjilik Riwut Km 18, pada 10–11 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Sosiologi Terapan yang dirancang untuk menyediakan ruang ekspresi baru bagi klien panti yang mengalami hambatan komunikasi verbal.

Lokakarya ini diikuti oleh 10 peserta dalam fase rehabilitasi ringan hingga sedang. Di awal kegiatan, fasilitator menjelaskan bahwa melukis bukan tentang penilaian estetika, melainkan sarana untuk mengekspresikan perasaan menggunakan berbagai simbol, warna, dan bentuk. Peserta diberikan kebebasan penuh untuk menuangkan emosi dan pengalaman hidup mereka ke atas kertas.

“Yang paling membuat kami terharu adalah ketika peserta mulai berani menjelaskan makna lukisannya. Hal itu menunjukkan bahwa mereka merasa nyaman dan didengar,” ungkap perwakilan tim mahasiswa Sosiologi UPR.

Selama acara berlangsung, semua peserta tampak menikmati dan berpartisipasi aktif dalam suasana santai. Mereka menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap penggunaan media warna dan menggambar objek seperti rumah, pohon, bunga, dan pemandangan. Karya yang dihasilkan mengonfirmasi bahwa media tersebut efektif sebagai alat ekspresi untuk perasaan rindu rumah, pengalaman emosional, dan kondisi psikologis mereka.

Berdasarkan hasil evaluasi, kegiatan ini memberikan dampak positif signifikan. Semua peserta aktif dari awal hingga akhir kegiatan. Mereka merasa senang dengan lokakarya ini, di mana 90 persen peserta merasa lebih tenang setelah melukis, dan 100 persen merasa bangga serta percaya diri dengan hasil karya mereka. Capaian ini dinilai penting, terutama bagi individu dengan kesulitan komunikasi verbal.

Pihak Panti Rehabilitasi Kejiwaan J.A.M mengapresiasi kegiatan ini dan berharap lokakarya melukis dapat menjadi program rutin karena dinilai membantu menstabilkan emosi dan meningkatkan harga diri peserta. Bagi mahasiswa Sosiologi UPR, kegiatan ini menjadi penerapan ilmu sosiologi untuk meningkatkan kesejahteraan kelompok rentan dengan kebutuhan emosional khusus.

Workshop ditutup dengan sesi berbagi makna lukisan, sesi foto bersama, dan sesi pencairan suasana (ice breaking) untuk mengakhiri kegiatan dengan seru dan menyenangkan.