Murung Raya – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual, Selasa (4/11/2025). Bupati Murung Raya, Heriyus, diwakili oleh Asisten III Setda Mura, Andri Raya, bersama sejumlah pejabat terkait. Rakor diikuti dari ruang kerja Sekretaris Daerah Kabupaten Murung Raya.

Rakor rutin yang digelar setiap awal pekan ini dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Dalam arahannya, Mendagri menegaskan bahwa pengendalian inflasi merupakan prioritas nasional yang harus dijaga bersama oleh seluruh pemerintah daerah.

“Daerah diminta terus memantau perkembangan harga bahan pokok, memperkuat sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta mengoptimalkan kerja sama antar daerah untuk menjamin ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi,” ujar Mendagri.

Ia juga menyoroti sejumlah komoditas yang masih menjadi penyumbang inflasi terbesar, yaitu beras, cabai merah, bawang merah, dan telur ayam ras. Pemerintah daerah diminta memperkuat operasi pasar, memfasilitasi transportasi pangan, dan memastikan penyerapan produksi lokal guna menjaga stabilitas harga. Pemerintah pusat menargetkan inflasi nasional tetap di bawah 3 persen year-on-year hingga akhir 2025.

Selain isu inflasi, Kemendagri bersama Kementerian PUPR turut membahas evaluasi dukungan daerah terhadap Program Tiga Juta Rumah, salah satu program prioritas nasional periode 2025–2029. Program ini bertujuan mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan menekan backlog perumahan di Indonesia.

Pemerintah daerah didorong untuk mempercepat proses perizinan pembangunan rumah, menyiapkan lahan strategis, serta memberikan kemudahan administrasi bagi pengembang. Dalam paparan Kemendagri, disebutkan bahwa program perumahan rakyat memiliki dampak ekonomi yang luas, mulai dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan daya beli masyarakat, hingga penguatan sektor industri bahan bangunan lokal.