Dr. Ir. Willy Midel Yoseph, M.M. Kembali Terpilih sebagai Ketua Umum DPN ICDN Periode 2025–2030
Pontianak — Dr. Ir. Willy Midel Yoseph, M.M. kembali terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) untuk periode 2025–2030. Pemilihan ini berlangsung dalam Musyawarah Nasional (Munas) II yang digelar di Mercure Hotel, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada Sabtu (17/5).
Keputusan bulat peserta Munas untuk memberikan amanah kembali kepada Willy mencerminkan kepercayaan yang tinggi terhadap kepemimpinannya dalam memperkuat peran ICDN sebagai wadah intelektual masyarakat Dayak yang strategis dan visioner.
Dalam pidato usai terpilih, Willy menekankan pentingnya peran ICDN dalam mendorong pembangunan yang inklusif, terutama bagi masyarakat Dayak yang masih tertinggal. Ia menyerukan komitmen kolektif untuk mendukung dan mengangkat sesama anak Dayak agar tidak ada lagi yang tertinggal dalam arus pembangunan nasional.
“Kita harus mensupport, menarik, dan membantu orang-orang Dayak yang tertinggal. Ke depan, jangan sampai ada lagi orang Dayak yang tertinggal. Maka tugas kita adalah menarik dan membantu mereka,” tegas Willy di hadapan peserta Munas.
Ia juga menyoroti perlunya regenerasi kepemimpinan di tubuh ICDN serta peningkatan kualitas sumber daya manusia Dayak agar mampu bersaing di tingkat nasional dan global. Menurutnya, keberlanjutan perjuangan dan kontribusi Dayak dalam pembangunan nasional hanya dapat dicapai dengan membangun ekosistem yang mendorong pendidikan, kolaborasi, dan solidaritas antar-cendekiawan Dayak.
Munas II ICDN ini dihadiri oleh Utusan dari berbagai DPD ICDN Provinsi dan Kabupaten yang ada di Kalimantan dan jakarta, terdiri atas akademisi, profesional, tokoh adat, dan pemuda-pemudi Dayak yang berkomitmen memperkuat peran cendekiawan dalam memajukan suku Dayak secara berkelanjutan.
Dengan terpilihnya kembali Dr. Willy Midel Yoseph, harapan besar disematkan agar ICDN terus berkembang menjadi organisasi yang tidak hanya memelihara warisan budaya dan nilai luhur Dayak, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa yang adil dan berkeadaban.

Tinggalkan Balasan