Gubernur Kalteng Salurkan Bantuan Karhutla Lewat GMNI di Kotim
Sampit, Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menyalurkan bantuan bagi warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kotawaringin Timur (Kotim).
Bantuan tersebut disalurkan melalui DPD GMNI Kalteng bersama DPC GMNI Kotim. Bantuan terdiri dari 1.000 paket bubur kacang hijau dan telur rebus serta 1.000 masker dan multivitamin.
Pembagian bubur kacang hijau dan telur berlangsung pada 17 September 2026. Selanjutnya, GMNI menyalurkan masker dan multivitamin pada 19 September 2026.
Bantuan ini menjadi bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Kalteng terhadap masyarakat terdampak karhutla.
Kondisi karhutla di sejumlah wilayah Kalteng berdampak pada kualitas udara dan aktivitas masyarakat. Karena itu, perlindungan kesehatan warga menjadi bagian penting dalam penanganannya.
Bantuan makanan bergizi diharapkan membantu memenuhi asupan masyarakat. Sementara itu, masker dan multivitamin membantu warga menghadapi kondisi udara yang terdampak asap.
Sebelumnya, Gubernur Kalteng juga turun langsung dalam sejumlah kegiatan penanganan dampak karhutla. Bantuan yang disalurkan mencakup masker, vitamin, bubur kacang hijau, dan kebutuhan lainnya.
Penanganan karhutla di Kotim masih membutuhkan perhatian bersama. Pemerintah daerah bahkan memperpanjang status tanggap darurat karhutla hingga 30 September 2026.
Perpanjangan status tersebut dilakukan karena masih terdapat titik api. Sejumlah lokasi bekas kebakaran juga masih membutuhkan penanganan dan pendinginan.
Kondisi itu membuat upaya penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman. Perlindungan kesehatan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menghadapi dampak karhutla.
DPD GMNI Kalteng bersama DPC GMNI Kotim mengambil bagian dalam proses penyaluran bantuan.
Kader GMNI turun langsung mendistribusikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari aktivitas sosial dan kemanusiaan organisasi.
Ketua DPD GMNI Kalteng, Maulana Uger, S.T., mengatakan GMNI siap membantu memastikan bantuan diterima masyarakat.
“Kami mengapresiasi kepedulian Bapak Gubernur Kalimantan Tengah terhadap masyarakat Kotawaringin Timur yang saat ini menghadapi dampak karhutla. DPD GMNI Kalteng bersama DPC GMNI Kotim siap menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat melalui penyaluran bantuan ini. Bagi kami, GMNI harus hadir ketika rakyat menghadapi persoalan.”
Menurut Maulana, persoalan masyarakat tidak hanya menjadi perhatian pemerintah. Organisasi mahasiswa juga dapat mengambil peran sesuai kapasitasnya.
Ketua DPC GMNI Kotim, Wahyu Ceria, mengatakan penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama. Menurutnya, pemerintah, masyarakat, organisasi kepemudaan, mahasiswa, relawan, dunia usaha, dan elemen lainnya memiliki peran masing-masing.
“Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan dan kehidupan masyarakat. Karena itu, penanganannya membutuhkan kolaborasi. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk melewati kondisi karhutla di Kotawaringin Timur.”
Penyaluran bantuan melalui GMNI juga menunjukkan pentingnya sinergi pemerintah dengan organisasi kepemudaan.
Kolaborasi tersebut dapat membantu memperluas jangkauan bantuan. Terutama bagi masyarakat yang terdampak langsung kondisi karhutla dan kabut asap.
Sebelumnya, pada 28 Agustus 2026, Gubernur Kalteng melakukan kunjungan kerja ke Kotawaringin Timur.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur meninjau penanganan karhutla. Ia juga menyerahkan bantuan kepada masyarakat dan relawan.
Gubernur turut membagikan masker sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap.
Rangkaian bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan masyarakat tidak menghadapi dampak karhutla seorang diri.
DPD GMNI Kalteng dan DPC GMNI Kotim menyatakan akan terus mengambil bagian dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Di tengah kondisi karhutla yang masih membutuhkan perhatian, semangat gotong royong menjadi penting. Dukungan bersama diharapkan dapat membantu masyarakat melewati kondisi tersebut.
Gubernur hadir, pemerintah bergerak, masyarakat dilindungi, dan GMNI mengambil bagian.
Bersama menghadapi karhutla. Bersama menjaga masyarakat Kalimantan Tengah.

Tinggalkan Balasan